Maintenance

Begini Cara Penentuan Warranty Period Alat Berat

Bagi Anda yang bidang pekerjaannya berkaitan dengan alat berat, baik prinsipal produk, dealer, perusahaan pemilik alat berat dan vendor yang berkaitan dengan maintenance, tentu sangat familiar dengan istilah warranty. Warranty yang merupakan jaminan kehandalan sebuah produk merupakan tolak ukur kualitas suatu produk.

Semakin lama warranty period akan dianggap produk tersebut lebih handal dibanding produk yang warranty period-nya lebih pendek. Warranty period juga menunjukkan komitmen dari pabrik pembuatnya maupun dealer yang memasarkan produk tersebut dengan bentuk biaya yang bersedia ditangung oleh pabrik/dealer bila terjadi kerusakan, baik ringan maupun berat, selama masa warranty-nya. Setelah masa warranty (warranty period) bila terjadi kerusakaan maka biaya perbaikannya akan menjadi tanggungan sepenuhnya pemilik alat berat.

Kebijakan warranty bisa diaplikasikan pada berbagai aspek dari alat berat, baik unit alat berat saat pelanggan membeli unit alat berat baru, komponen utama seperti engine, transmisi, motor, pompa, maupun spare part. Selain itu, warranty umum diterapkan pada jasa, seperti jasa perbaikan, kalibrasi,pengecatan, dll.

Pada umumnya, kebijakan warranty merupakan kebijakan standar yang diturunkan oleh prinsipal (pabrik pembuat) kepada dealer-dealernya di suatu wilayah. Prinsipal menentukan bahwa warranty period dan item-item yang bisa  diwarranty-kan oleh sebuah dealernya di satu wilayah atau negara sama persis dengan kebijakan yang diterapkan oleh headquarternya. Namun ada juga prinsipal-prinsipal produk tertentu yang memberikan keleluasaan kepada dealer-dealernya untuk menentukan sendiri kebijakan warranty-nya. Pada umumnya kebijakan seperti ini mengharuskan delaer untuk menentukan warranty period lebih panjang dari warranty period standar pabrik. Adapun biaya yang muncul pada periode waktu antara warranty pabrik dan warranty yang ditentukan oleh dealer akan dibebankan kepada dealer.

BACA JUGA  Mengenal Grease dan Penggunaannya

Warranty period alat berat umumnya dinyatakan dengan satuan jam atau kilometer, misalnya 1000 jam atau 1 tahun, yang mana lebih dahulu tercapai, 2000 jam atau 1 tahun, dll. Namun terkadang warranty period dinyatakan dengan kilometer, misalnya 10.000 km. Satuan kilometer ini digunakan pada alat berat yang mampu melakukan perjalanan dengan jarak yang jauh, seperti truk-truk hauling dipertambangan yang lebih dikategorikan sebagai alat berat ketimbang otomotif.

Warranty period alat berat ditentukan dengan berdasarkan 2 pertimbangan, yaitu teknikal dan komersial. Sebelum menentukan warranty period sebuah alat berat, pabrikan akan melakukan serangkaian riset,yang hasilnya digunakan untuk menentukan Mean Time Before Failures (MTBF) produk tersebut. MTBF merupakan angka yang sangat kritikal karena sangat menentukan tingkat performan, safety dan efektivitas desain dari alat berat tersebut. Semakin besar nilai MTBF yang diperoleh maka semakin handal produk tersebut, yang berarti semakin lama unit alat berat itu mengalami kerusakan.

Misalkan, sebuah excavator beroperasi 6350 jam dalam setahun. Selama itu excavator itu mengalami kerusakan 4x. Maka MTBF unit adalah 6350 : 4 = 1587,5 jam. Seharusnya 1587,5 jam digunakan sebagai warranty period. Namun karena mayoritas kompetitor-kompetitor excavator ini menggunakan warranty period 2000 jam, maka pertimbangan komersial digunakan, sehingga warranty period ditentukan 2000 jam.

Tidak ada dampak yang dialami prinsipal produk maupun dealernya karena dalam 2000 jam hanya berisiko mengeluarkan biaya warranty 1x. Sementara bagi pemilik alat, selama 2000 jam tersebut ia bisa memperoleh hak warranty-nya jika excavator ini mengalami breakdown.

Sebelum unit alat berat diluncurkan, pabrik akan melakukan uji coba terhadap 1 unit pertama yang akan diproduksi. Pengujian ini dilakukan selama rentan waktu yang cukup panjang, misalnya 50.000 jam atau 100.000 jam.atau bahkan 200.000 jam(sangat jarang).Hal ini bertujuan untuk menguji kehandalan unit alat berat tersebut, melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, termasuk mengumpulkan data-data MTBF dan mengkalkulasikannya, sehingga saat unit-unit sudah masuk tahap produksi diharapkan warranty period sudah bisa ditentukan yang mendekati akurat.

BACA JUGA  Berniat Melakukan Penggantian Mesin? Simak Engine Satu Ini

(BP)

Tinggalkan Balasan