News

Doosan Infracore dan Doosan Bobcat Mengalami Tekanan Berat Dampak dari Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tapi juga bisnis dan perekonomian. Bisnis alat berat juga mengalami dampak yang cukup berat karena menurunnya penjualan baik unit maupun jasa dan spare part karena bisnis-bisnis terkait mengalami kendala akibat penguncian wilayah (lockdown) yang berakibat berhentinya operasional berbagai sektor bisnis.

Pabrikan alat berat asal Korea Selatan, Doosan Infracore juga mengalami tekanan berat akibat situasi ini akibat menurunnya permintaan alat berat Doosan dari berbagai negara yang selama ini menggunakan produk-produk Doosan. Salah satu penurunan yang terbesar berasal dari Tiongkok, karena selama ini Tiongkok memberikan kontribusi besar terhadap penjualan Doosan. Situasi ini berdampak kepada Doosan Group yang menjadi induknya. Seperti yang ramai diinformasikan oleh media-media di Korea Selatan maupun internasional, Doosan Group membutuhkan likuiditas jangka pendek untuk mempertahankan kinerja unit andalannya, Doosan Heavy Industries & Construction.

Berbagai strategi tengah dijalankan dari skenario terbaik seperti menggencarkan penjualan alat berat ke negara-negara maupun skenario terburuk seperti pengurangan karyawan atau penjualan sebagian saham Doosan Group yang menjadi pilihan terakhir. Kabar gembiranya baru-baru ini Tiongkok mulai mengorder kembali unit-unit Doosan seiring meredanya badai Covid-19 di negara itu yang berdampak mulai menggeliatnya kembali kegiatan-kegiatan bisnis.

Doosan juga melakukan langkah-langkah peningkatan efisiensi seperti pengalihan sebagian fungsi-fungsi bisnisnya seperti logistik, repair-maintenance-overhaul, capital equipment, travel, IT, marketing, HR dan layanan-layanan korporasi lainnya dengan menjalin kerjasama dengan ICG Commerce, sebuah perusahaan penyedia jasa outsourcing pengadaan barang dan jasa terkemuka.

Menurut Doosan Infracore, perusahaan alat berat ini  mencatat penjualan 2,01 triliun won ($ 1,64 miliar) dan laba operasional 181 miliar won pada kuartal pertama, masing-masing turun 7,9 persen dan 27,6 persen, dari tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Pabrikan Filter Alat Berat Asal Jepang Berhasil Membuat Masker Medis dengan Kemampuan di Atas N95

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh wabah COVID-19 yang dimulai di Tiongkok pada Januari 2020 ini. Selama kuartal pertama, penjualan alat berat di Tiongkok turun 33 persen YoY menjadi 311,5 miliar won.

Anak perusahaannya, Doosan Bobcat, juga mengalami penurunan laba operasional sebesar 23 persen menjadi 86,8 miliar won. Penjualannya turun 0,2 persen selama periode yang sama menjadi 1,05 triliun won. Bobcat mengaitkan hal ini dengan peningkatan biaya untuk produk baru.

Tampaknya perjalanan masih panjang, tapi dengan melihat pengalaman bisnis dan kemampuan Doosan Group selama ini rasanya Doosan akan mampu melewati ‘badai’ ini.

(FIP)

 

Tinggalkan Balasan