News Picture

Foto : Inovasi Kabin dan Engine Hood Dozer Dressta TD-16N

Alat-alat berat sering didesain agar kuat dan bertenaga, hal ini didasari pertimbangan bahwa unit alat berat tersebut harus bisa mengatasi berbagai pekerjaan sulit di medan yang juga sulit, seperti menggali, mendorong, mengangkat, dsb. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: operator memegang peranan kunci agar semua itu bisa terwujud.

Salah satu kunci kenyamanan operator adalah luasnya area pandang. Alat-alat berat sendiri karena sifatnya sulit memiliki desain yang aerodinamis. Ukuran dan bobot komponen-komponen penyusun alat berat yang besar dan berat adalah kendala-kendala yang ditemukan saat mendesain sebuah alat berat. Di sisi lain, diyakini dengan operator memiliki area pandang yang luas dapat meningkatkan faktor safety.

Dressta, sebuah pabrikan alat berat di bawah Liugong berhasil mematahkan keyakinan bahwa hampir mustahil membuat alat berat yang lebih mudah dioperasikan karena memiliki area pandang luas yang membuat operator dapat bekerja lebih nyaman sekaligus meningkatkan produktivitas dan safety-nya. Simak melalui unit dozer terbaru Dressta, TD-16N ini.

TD-16N pertama kali diperkenalkan pada publik pada ajang pameran alat berat CONEXPO 2020. Desain dozer ini yang 'lain daripada yang lain' segera menarik perhatian pengunjung. Unit ini menawarkan fitur drivetrain berteknologi hydrostatic dual-path, sudut kemiringan blade dengan enam alternatif yang menjadi standar unit, sistem kontrol grade 2D dan 3D. TD-16N dapat mengeluarkan tenaga 170 Hp dengan berat operasi unit 19.090 kg.
Proses desain TD-16N memakan waktu 7 tahun. Dimulai pada tahun 2013, proyek ini sempat mengalami 'kegelapan' selama 2 tahun dengan hanya segelintir orang yang mengetahui adanya proyek ini sebelum akhirnya tim engineering dilibatkan untuk meneruskan proyek ini.
Untuk membentuk desain yang diharapkan, tim engineer Dressta berfokus pada blade dan track, karena kedua bagian ini dipandang menjadi faktor penentu kenyamanan operator. Setelah itu barulah mendesain keseluruhan bagian dari dozer ini.

Pada awalnya banyak kendala yang dihadapi tim engineer, sehingga mulai timbul kekuatiran dari para anggota tim apakah proyek ini bisa diselesaikan, bahkan ada usulan agar desain kembali pada desain tradisional dozer. Proyek pun terus berjalan. Seiring dengan kemajuan yang dicapai, mulai timbul optimisme dari para anggota tim. Kepercayaan diri anggota tim mencapai puncaknya saat prototipe pertama TD-16N berhasil dibuat. Dari situ, seluruh anggota tidak memiliki keraguan lagi kalau proyek ini bisa terwujud.
Perjuangan panjang yang dilakukan oleh seluruh anggota tim akhirnya terbayar saat TD16-N bisa diselesaikan. Hasilnya adalah sebuah dozer yang memberikan ruang pandang yang luas bagi operatornya dimana tidak ada dozer lain yang bisa menyamainya. Kabin dengan desain baru ini merupakan ruang operator yang dikelilingi kaca. Dari joknya, operator bisa memandang hampir ke seluruh bagian unit, operator memiliki sudut pandang sampai dengan 309 derajat. Bahkan engine hood yang biasanya lumayan menghalangi pandangan operator dibuat menurun di bagian depannya, sehingga operator dapat melihat dengan jelas semua obyek yang ada di bagian depan unitnya.
Dengan berfokus pada operator, unit ini menjanjikan kenyamanan bagi operatornya. Kenyamanan operator diyakini bisa meningkatkan produktivitas dengan biaya yang rendah. Hal ini tercermin dari layout perangkat kontrol dan monitoring yang simpel namun memiliki fungsionalitas.
Dalam sambutan pada peluncuran TD-16N, chairman Dresst, Howard Dale menjelaskan mengenai benefit yang akan diperoleh customer dari sisi safety dan produktivitas. "Luasnya area pandang unit ini akan membantu operator bekerja lebih produktif dengan melakukan pekerjaan lebih efektif dalam waktu lebih efisien, disamping itu, unit ini akan membuat pekerjaan di lapangan menjadi lebih aman bagi semua orang," jelas Howard Dale.
Selama proses desain, tim engineer Dressta mencanangkan sebuah target: rasio DLO (Daylight Opening - sebuah istilah yang sering digunakan di bidang otomotif) harus melebihi dari rasio DLO dari semua dozer yang ada di pasaran. Akhirnya tim memutuskan menggunakan kaca datar secara keseluruhan dengan pertimbangan kualitas optikal yang lebih baik karena mampu mengeliminir distorsi optikal secara maksimum disamping mudahnya melakukan penggantian kaca misalnya saat kaca pecah. Kaca datar juga mampu meningkatkan estetika unit

Untuk mendesain kaca datar yang cocok digunakan, Dressta bekerja sama dengan vendor spesialis kaca. Tim Dressta mendesain bagian atap kabin untuk menyesuaikan dengan desain kaca yang akan dipasang. Untuk memberikan kesan sejuk bagian plafon dipasangi material reflektor berwarna abu-abu.
Bila pada semua desain dozer yang beredar di pasaran, operator naik ke ruang operator dengan terlebih dahulu menaiki undercarriage yang cukup menyulitkan dan memiliki resiko tergelincir. Berbeda dengan TD-16N, Tim engineer Dressta mendesain akses naik unit yang aman dan nyaman tanpa melalui undercarriage. Hal ini dilakukan dengan menggeser posisi undercarriage lebih maju dan memasang tangga yang dilengkapi handrail pada bagian belakang undercarriage. Desain akses naik yang inovatif ini juga memberikan keuntungan saat melakukan perawatan unit. Untuk melakukan perawatan, Dressta mendesain 3 titik (lokasi) perawatan yang bisa diakses dengan mudah saat berada di atas unit. Tiga titik perawatan ini juga bisa diakses saat berdiri di atas tanah.
BACA JUGA  Foto : Berbagai Inovasi Produk di CONEXPO 2020

(TGS)

Tinggalkan Balasan