News

JCB Mulai Berkolaborasi dengan Dyson Memproduksi Ventilator Untuk Menghadapi Wabah Covid-19

Sebagai salah satu negara yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19, Inggris menghadapi kondisi yang sama dengan negara-negara lain yaitu kurangnya tenaga medis dan sarana pendukung medis, yang salah satunya adalah ventilator.

Ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

“Alasan mengapa saat ini adalah saat krisis adalah karena tanpa ventilator, pasien (Covid-19) akan meninggal”, kata Prof. David Story, deputi direktur Pusat Perawatan Terpadu Universitas Melbourne, seperti dikutip dari The Guardian.

Hal senada diungkapkan oleh Sarath Ranganathan, profesor sekaligus anggota dewan Lung Foundation Australia. “Pengalaman di Italia dan Spanyol, dan pemodelan yang digunakan oleh ahli matematika di seluruh dunia, menunjukkan jumlah orang yang akan menjadi sakit kritis dengan Covid-19 akan sangat melebihi kapasitas perawatan yang menggunakan bantuan pernapasan. Tanpa akses ke ventilator, banyak pasien yang bisa selamat dari infeksi akan meninggal,” ujarnya.

Menyadari pentingnya ventilator untuk menyelamatkan nyawa manusia, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta 2 raksasa otomotif asal Britania Raya, JCB dan Rolls Royce untuk membantu pemerintah Inggris memproduksi ventilator. Memang perusahaan otomotif dan alat berat memiliki kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan canggih seperti ventilator ini, karena perusahaan-perusahaan seperti ini memiliki line production yang memadai untuk melakukan produksi suatu barang dalam jumlah yang besar. Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, JCB dan Roll Royce dipandang mampu untuk memenuhii kebutuhan ventilator ini dalam waktu singkat.

Di samping itu, adanya wabah Corona ini membuat berbagai bisnis mengurangi/menyetop kegiatannya, termasuk juga industri otomotif dan alat berat, yang berarti ada fasilitas manufakturnya yang menganggur.

BACA JUGA  Memperkenalkan Fitur Baru, Hino Gelar Road Test Hino Bus RN dan FC Bus Menjelajah Pulau Jawa

Meresponi permintaan yang berkaitan dengan kemanusiaan ini, JCB segera menjalin kerjasama dengan Dyson untuk memproduksi ventilator. Dyson merupakan perusahaan asal Inggris yang terkenal dengan produk penyedot debu dan pengering tangan. Dalam kaitan dengan wabah corona, Dyson telah mengembangkan ventilator jenis baru bernama ‘CoVent’ buat mengatasi kekurangan alat kesehatan itu pada masa krisis Covid-19. CoVent disebut didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19. Alat medis ini dikabarkan akan siap pada awal April 2020.

Sebagaimana diketahui, akibat pandemi Covid-19 ini yang berpengaruh terhadap permintaan alat berat global, JCB menutup 9 fasilitas produksinya di Staffordshire, Derbyshire dan Wrexham sejak 18 Maret 2020. Selama penutupan ini, semua karyawan yang berkaitan dengan fasilitas produksi di tiga kota ini dirumahkan dengan tetap mendapatkan 80% dari gaji pokoknya.

Untuk memenuhi permintaan pemerintah Inggris ini, JCB segera mempersiapkan 50 orang karyawannya untuk kembali bekerja. Hanya dalam hitungan hari, persiapan produksi dapat dituntaskan. JCB langsung membuat prototipe pertama housing dari ventilator di pabrik Uttoxeter di kota Staffordshire dan langsung diserahkan ke Dyson untuk dirakit menjadi ventilator.

Dalam sambutannya Chairman JCB, Lord Bamford, menyatakan: “Saat kami diminta oleh Perdana Menteri, kami langsung memutuskan untuk berkontribusi untuk membantu pemerintah dengan berbagai cara yang bisa kami lakukan.” “Kami langsung mempersiapkan fasilitas produksi kami untuk memproduksi ventilator dari mulai desain hingga produksi hanya dalam hitungan hari dengan memaksimalkan skill dan talenta engineer-engineer kami untuk mengatasi masalah ini. Ini adalah krisis global, tentu saja kami akan siap membantu lebih banyak lagi housing ventilator jika dibutuhkan oleh negara-negara lain.”

(HP)

Tinggalkan Balasan