Technology

Pabrikan Filter Alat Berat Asal Jepang Berhasil Membuat Masker Medis dengan Kemampuan di Atas N95

Yamashin Filter, produsen filter bagi alat berat asal Jepang berhasil mengembangkan material bagi masker medis dengan kemampuan melebihi masker N95 yang saat ini dianggap memiliki kemampuan tertinggi dalam menyaring partikel-partikel berbahaya, seperti virus Covid-19.

Dengan pengalamannya dalam mengembangkan filter untuk alat berat, Yamashin mengadopsi teknologi yang dikembangkannya untuk memproduksi masker medis yang saat ini sangat dibutuhkan di seluruh dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19, disamping merupakan strategi bisnisnya untuk menggarap bisnis-bisnis berorientasi konsumer untuk mengembangkan pundi-pundi keuangannya. Hal ini didasari menurunnya penjualan akibat dampak menurunnya penjualan perusahaan-perusahaan alat berat Jepang.

Sekitar 90% pendapatan Yamashin berasal dari penjualan filter alat berat. Dengan mulai memproduksi masker-masker kemampuan tinggi di tengah melonjaknya pandemi corona, Yamashin berharap menurunnya penjualan filter alat berat akan diimbangi meningkatnya kontribusi masker-masker medis, disamping beberapa produk Yamashin seperti material baju kerja.

Sebelumnya, Yamashin berhasil mengembangkan filter-filter alat berat berteknologi tinggi yang dinamai Nano Filter, yang mampu menangkap partikel-partikel di udara yang berukuran nanometer. Yamashin sendiri dikenal sebagai produsen filter bagi dua perusahaan alat berat terkemuka asal Jepang, yakni Komatsu dan Hitachi Construction Machinery. Material yang digunakan dibuat dengan cara menyemprotkan cairan resin pada serat fiber untuk menghasilkan lapisan jaring-jaring filter yang sulit ditembus partikel-partikel berukuran nanometer.

Dengan teknologi yang sama inilah masker medis akan diproduksi oleh Yamashin. Menurut Yamashin, masker-masker medis yang akan diproduksinya mampu menyaring 98% partikel-partikel berukuran 0,3 micrometer, lebih tinggi dari kemampuan yang dimiliki oleh masker N95 yang digunakan oleh tenaga-tenaga medis di seluruh dunia yang mampu menyaring partikel-partikel nano maksimum 95%.

Keunggulan lainnya dari masker-masker produksi Yamashin ini dibanding masker N95 dalam hal fungsionalitasnya yang hanya turun menjadi 90% dari kondisi baru setelah digunakan selama 24 jam nonstop, sementara masker-masker N95 fungsionalitasnya akan turun kurang dari 80% setelah digunakan selama 24 jam.

BACA JUGA  Mengenal Intarder, Secondary Retarder Bagi Truk Modern

Hal ini berarti umur pakai masker-masker produksi Yamashin akan lebih panjang dari umur pakai masker-masker N95. Sebagai pembanding, masker-masker bedah dengan harga yang lebih murah hanya mampu menyaring 43% partikel-partikel dan fungsionalitasnya akan menurun 15% setelah digunakan selama 24 jam.

Sebagai informasi, umumnya kerenggangan serat fiber pada masker-masker berkisar 3 micrometer, sementara masker-masker Yamashin memiliki kerenggangan 0,2 – 0,8 micrometer. Walaupun diameter satu virus corona 0,1 micrometer, namun berkat lapisan lembaran masker yang tersusun rapat mampu menghadang masuknya virus dengan baik.

Ketimbang menggunakan listrik statis seperti pada masker N95 untuk menangkap partikel dan virus, yang akan menurun kemampuannya karena efek kelembaban dari udara pernafasan yang dikeluarkan selain berjalannya waktu, masker produksi Yamashin menggunakan tiga lapisan yang masing-masing memiliki ketebalan hanya 1/10 dari ketebalan masker-masker pada umumnya. Dengan tidak menggunakan listrik statis, masker-masker Yamashin memiliki keawetan lebih baik.

Yamashin akan memproduksi masker-masker medis di pabriknya yang terletak di wilayah perfektur Saga, barat daya Jepang. Rencananya, produksi akan dimulai pada bulan Mei 2020, dengan kapasitas produksi yang akan ditingkatkan secara bertahap dan mencapai puncaknya pada akhir Juli 2020 dengan produksi 5 juta masker per bulan.

(LH)

Tinggalkan Balasan