Technology

RTG Crane, Membuat Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Menjadi Lebih Mudah

Apa yang akan terjadi jika kehidupan manusia pada zaman modern ini tidak memiliki alat yang bernama crane? Tentu saja peradaban manusia tidak akan pernah mencapai kemajuan seperti pada hari ini. Crane yang berfungsi mengangkat material berat dari satu lokasi ke lokasi yang lain akan mempermudah dan mempercepat pekerjaan manusia.

Dalam kegiatan pengiriman barang mengunakan moda transportasi laut, crane kebanyakan digunakan untuk menaikkan kontainer dari truk ke atas kapal dan menyusun kontainer hingga tersusun rapi, atau sebaliknya. Salah satu jenis crane yang banyak digunakan pada kegiatan bongkar muat kontainer di pelabuhan adalah RTG crane.

RTG crane merupakan kepanjangan dari Rubber-Tyre Gantry (RTG) crane, yakni sebuah crane berbentuk seperti gawang raksasa, biasanya 2 gawang yang disatukan. RTG crane ini dilengkapi ban-ban berukuran besar, ada yang 8 ban dan ada yang 16 ban,yang memungkinkan crane ini berpindah lokasi untuk memposisikan secara tepat antara posisi kontainer dan bakal lokasinya di atas kapal.

Bagian utama dari RTG ini adalah 2 buah gantry di bagian teratas RTG yang berfungsi sebagai tempat dudukan troli (trolley) yang dapat bergeser dari bagian ujung gantry ke ujung lainnya. RTG juga dilengkapi dengan hoist yang dapat menggulung kabel baja pada keempat sudut kontainer.

Untuk menggeser troli dan menggulung hoist, digunakan sebuah engine diesel, dimana tenaga yang dihasilkan oleh engine ini akan disalurkan ke sebuah genset, yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Energi listrik inilah yang digunakan pada pengangkatan, penurunan dan pemindahan kontainer. Seorang operator akan mengoperasikan segala aktivitas RTG ini dari sebuah kabin kontrol yang posisinya bisa di bagian bawah atau atas.

Saat sebuah truk bermuatan kontainer berhenti di bawah RTG, posisi truk akan dipaskan pada posisi container spreader, yaitu sebuah rangka besi besar berbentuk persegi panjang yang bisa digeser-geser jaraknya untuk menyesuaikan dengan keempat lubang penggantung kontainer bagian atas. Bila posisi truk belum pas, maka truk dimajukan/dimundurkan (karena lebih mudah memajukan/memundurkan truk ketimbang menggeser RTG). Bila sudah pas, maka operator akan menurunkan container spreader dan memposisikan tepat di atas kontainer, lalu menguncinya agar kontainer tidak bergeser dan jatuh. Barulah kontainer dimuat ke atas kapal, dan truk bisa bergerak maju.

BACA JUGA  Pabrikan Filter Alat Berat Asal Jepang Berhasil Membuat Masker Medis dengan Kemampuan di Atas N95

RTG crane dapat memuat maksimum 4 kontainer 20 feet atau 2 kontainer 40 feet dalam sekali operasinya. Jumlah kontainer yang bisa diangkat pada sekali operasi dibatasi dengan pertimbangan keselamatan kerja. Namun biasanya jarang beberapa kontainer diangkat sekaligus karena membutuhkan penanganan khusus untuk memposisikan kontainer. Hal yang lain, kecepatan kerja dengan mengangkat beberapa kontainer sekaligus jauh lebih lambat dibandingkan satu kontainer pada satu saat.

Di Indonesia, semua pelabuhan besar sudah menggunakan RTG crane ini, dan ada sebagian pelabuhan-pelabuhan yang lebih kecil menggunakan RTG crane ini karena memang bisa meningkatkan produktivitas bongkar muat di pelabuhan. Beberapa pabrikan RTG crane terkemuka di dunia, seperti Kalmar, Konecranes, Liebherr, Mitsui, serta beberapa pabrikan asal Tiongkok mulai muncul saat ini.

(ES)

Tinggalkan Balasan