News

Sah, ZF Mengakuisisi Wabco

Akhir bulan lalu, ZF Friedrichshafen AG mengumumkan secara resmi telah menyelesaikan proses akuisisi Wabco, sebuah perusahaan Amerika penyedia teknologi bagi industri kendaraan komersial dengan nilai transaksi lebih dari Rp. 101,6 trilyun. Dengan akuisisi ini menjadikan Wabco menjadi satu divisi tersendiri dari perusahaan Jerman ini yang khusus bergerak pada bisnis aftermarket, sama seperti yang pernah dilakukan ZF terhadap TRW, yang juga merupakan perusahaan Amerika. ZF mengakuisi TRW pada tahun 2015 silam dengan nilai transaksi lebih dari Rp. 180 trilyun.

Wabco merupakan singkatan dari Westinghouse Air Brake Co., berdiri hampir 150 tahun yang lalu. Belakangan Wabco sedang fokus mengembangkan berbagai teknologi autonomous bagi truk dan bus seperti pengereman otomatis. Wabco telah mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek New York. Dengan akuisisi ini juga makin mengukuhkan ZF sebagai raksasa teknologi komersial yang menggabungkan berbagai portfolionya, mulai dari penggerak konvesional dan elektrik, komponen sasis, berbagai sensor, dan sistem-sistem pendukung pengereman dan kemudi yang terintegrasi.

Dalam pernyataannya pada seremoni penandatanganan akuisisi, CEO ZF, Wolf-Henning Scheider mengungkapkan, “Kami berterima kasih pada Wabco yang telah menjadi bagian dari portfolio ZF. Ke depan ZF akan semakin mampu menjadi solusi bagi pabrikan-pabrikan kendaraan komersial global serta para pemilik kendaraan komersial. Dengan cara ini, ZF secara aktif membentuk masa depan industri transportasi.”

Wolf-Henning Scheider, (kiri) CEO ZF Friedrichshafen AG, dan Fredrik Staedtler, yang ditunjuk sebagai kepala Divisi Commercial Vehicle Control Systems yang merupakan hasil peleburan Wabco. Sebelumnya, Fredrik Staedtler meruapakan kepala Divisi Commercial Vehicle Technology

Menjadi divisi ke-10 di bawah ZF, divisi Commercial Vehicle Control Systems yang baru ini akan mempekerjakan lebih dari 12 ribu karyawan pada 45 lokasi di seluruh dunia dan bersinergi secara erat dengan Divisi Commercial Vehicle Technology yang sudah lebih dulu ada.

Perjalanan ZF dalam mengakuisisi Wabco telah dimulai pada awal 2019 silam. Ditandai dengan kesepakatan nilai transaksi akuisisi pada Maret 2019, dimana ZF setuju untuk menggelontorkan uang senilai USD 136,5 per lembar saham Wabco, dengan total nilai lebih dari USD 7 milyar. Pada bulan Juni 2019, para pemegang saham Wabco menyetujui deal ini.

BACA JUGA  Unit Bisnis XCMG Foundation Machinery Tuntaskan Pekerjaan yang Penuh Tantangan dalam Proyek Transportasi Publik, Membantu Pembangunan Ekonomi dan Industri Regional

Namun perjuangan ini belum selesai, ZF harus meyakinkan para regulator Administrasi Pasar di negara-negara AS, Jerman, Tiongkok dan India dimana berbagai fasilitas bisnis Wabco berada. Pada 15 Mei 2020, ZF mendapatkan lampu hijau dari semua regulator ini yang diikuti perintah dari Departemen Kehakiman AS agar ZF menyertakan Wabco Amerika Utara sebagai bagian yang harus diikutsertakan pada deal ini.

Dengan bergabungnya Wabco, saat ini ZF mempekerjakan lebih dari 160 ribu karyawan di seluruh dunia pada sekitar 260 lokasi di 41 negara. Pada tahun 2019, ZF berhasil membukukan penjualan di seluruh dunia mencapai lebih dari Rp. 588 trilyun, sementara penjualan Wabco mencapai lebih dari Rp. 49 trilyun.

Beberapa proyek monumental ZF adalah penyediaan komponen truk elektrik Freightliner eCascadia Kelas 8 yang direncanakan diproduksi pada akhir 2021. ZF juga berkolaborasi dengan startup pembuat truk autonomous, TuSimple, dalam penyediaan kamera, sistem autonomous LiDAR, radar dan komponen steering.

(TW)

Tinggalkan Balasan