Technology

Seismic, Teknologi Pemadatan Dynapac yang Membuat Drum dan Tanah Menjadi Satu Kesatuan

Pada pekerjaan pembuatan atau pemeliharaan jalan, salah satu bagian tersulit adalah pada fase pemadatan yang dilakukan oleh compactor, padahal kualitas jalan yang dibangun ditentukan oleh kualitas pemadatan material penyusun jalan. Material penyusun jalan seperti tanah, sirtu, kerikil atau pasir merupakan material lepas yang gampang tercerai berai saat dipadatkan. Karena sifat dari material lepas seperti ini, seringkali kualitas pemadatan pada satu area jalan berbeda dengan di area yang berdekatan yang pada akhirnya membuat jalan cepat rusak.

Menyadari situasi ini, Dynapac mengembangkan satu teknologi yang disematkan pada compactor yang diproduksinya yang dinamakan Seismic. Dynapac Seismic pada prinsipnya adalah teknologi yang memampukan unit compactor menentukan sendiri frekuensi yang paling optimum untuk material-material yang berbeda berdasarkan situasi saat itu, memonitor variasi frekuensi yang timbul dan melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi secara otomatis.

Teori pemadatan konvensional menganggap soil/tanah dan drum dari compactor sebagai dua sistem yang terpisah. Pada unit compactor konvensional, tingkat getaran (vibration) yang dihasilkan oleh unit compactor yang ditransmisikan ke permukaan tanah diatur sebelumnya berdasarkan pertimbangan subyektif dari operator. Operator compactor akan terus mengamati kondisi material yang akan dipadatkannya dan melakukan penyetelan secara manual amplitudo getaran apakah high atau low, atau melakukan penyetelan frekuensi, secara manual.

Karena semata-mata mengandalkan ‘feeling’, pengalaman maupun kondisi fisik dan mental si operator, sangat mungkin terjadi kualitas pemadatan yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Melihat situasi seperti ini yang umum terjadi di lapangan, tim engineer Dynapac memiliki pertanyaan yang menantang, mengapa energi getaran yang dihasilkan compactor terbuang percuma karena drum memukul material secara acak?

Disinilah ide untuk mengembangkan sebuah teknologi yang bisa menyesuaikan intensitas pukulan drum pada tanah muncul. Solusinya adalah drum dari compactor harus bisa menentukan sendiri karakteristik material di bawahnya yang sangat mungkin berbeda-beda di setiap area. Frekuensi yang dihasilkan akibat benturan drum dan tanah pada satu titik lokasi merupakan frekuensi unik di situ. Inilah prinsip dari Seismic.

BACA JUGA  Kolaborasi Caterpillar dan Newmont Dalam Pengembangan Alat Berat Autonomous Tambang Bawah Tanah

Namun, untuk mengaplikasikan teknologi Seismic ada dua persyaratan khusus yang harus terpenuhi, yaitu: unit compactor harus bisa ‘membaca’ tingkat kekerasan material di bawahnya supaya drum bisa berinteraksi dengan baik dan unit compactor harus bisa menyesuaikan secara otomatis frekuensi dari material yang dipijaknya secara simultan dari waktu ke waktu.

Agar compactor bisa memenuhi kedua persyaratan ini, diperlukan sebuah sensor khusus yang dapat memonitor tingkat kekerasan material di bawah drum dari waktu ke waktu, dimana sinyal yang dihasilkan sensor ini akan diteruskan pada sistem monitoring pemadatan pada unit compactor. Secara teknikal, hal ini sangat mungkin dilakukan.

Pada compactor konvensional, operator akan menyetel frekuensi getaran drum pada frekuensi 28 – 40 Hz (1,680 – 2,400 vpm), sesuai batasan yang dimiliki sebuah compactor, sebuah indikator pada display kabin akan merekomendasikan frekuensi yang ideal, operator melakukan penyesuaian, barulah compactor bergerak melakukan pemadatan sesuai frekuensi yang sudah ditentukan. Seismic akan mengurangi secara drastis kebutuhan untuk ‘memperkirakan’ frekuensi getaran yang paling tepat digunakan.

Dengan Seismic, pada awalnya unit akan mentransmisikan getaran awal yang digunakan sebagai pemicu (trigger), parameter yang timbul akan dibaca oleh Active Bouncing Control yang akan melakukan proses penyesuaian frekuensi getaran. Pada situasi tertentu dimana energi pemadatan yang dihasilkan berpotensi menimbulkan kerusakan unit, sistem Seismic akan secara otomatis menonaktifkan unit.

Dengan teknologi ini, bukan saja akan dihasilkan kualitas pemadatan yang sama di setiap titik pemadatan, juga akan menghemat konsumsi bahan bakar dan drum  dan spare part pun akan lebih awet. Dynapac mengklaim penghematan konsumsi bahan bakar bisa mencapai 30%, sedangkan lifetime drum dan spare partnya bisa dihemat 10%. Seismic tersedia pada Dynapac dari model CA1500 sampai dengan CA6500.

BACA JUGA  Alat Berat Bertenaga Baterai Semakin Mendekati Kenyataan

(TGS)

Tinggalkan Balasan